Saturday, 30 April 2011

Belajar Visual Basic 13. Crystal Report dan Modusnya

Editor Crystal Report 7
Crystal report adalah sebuah software pembuat laporan buatan Seagate Software. Software ini mempunyai keunggulan dari bentuk laporan yang dihasilkan dan kompabilitasnya dengan bahasa pemrograman visual seperti Visual Basic atau Borland Delphi. Dengan bentuk editor yang user friendly dan format laporan yang bisa dibuat sedinamis mungkin membuat crystal report menjadi saingan serius bagi software pembuat laporan built-in dari bahasa pemrograman visual seperti data report pada VB dan Quick Report Pada Delphi.

Untuk Crystal Report 7, telah dilengkapi dengan Report Designer Component, sebuah ActiveX Designer untuk visual basic yang memungkinkan programmer untuk menggunakan semua fitur Crystal report dalam IDE Visual Basic!. Crystal report dilengkapi dengan fasilitas yang berhubungan dengan printer. Semua sudah siap saji, yang perlu dilakukan oleh programmer hanyalah logika untuk mendapatkan data yang akan dilaporkan. Untuk koneksi ke database, ke printer, ukuran kertas. Semuanya bisa diserahkan ke crystal report. Sedangkan input dan manipulasi data dilakukan oleh visual basic.

Modus Dalam Crystal Report
Sama seperti Visual Basic, Crystal Report memiliki 2 buah modus. Yakni modus Design dan Modus Preview. Modus design adalah saat dimana kita merancang bentuk dari laporan kita, menambahkan field, mengedit huruf, menambahkan garis / tabel, menambahkan summary dan lain sebagainya. Modus desain akan muncul dalam bentuk nama-nama field yang digunakan, atau lebih dalam bentuk skema (struktur) dari data. Bukan dari data itu sendiri. Modus yang kedua yakni modus preview akan tampil dalam bentuk urutan data sesuai dengan apa yang kita desain dalam bentuk modus design. Ketika menggunakna modus preview kita sudah dapat melihat pratayang kira-kira bagaimana tampilan report yang kita buat jika ditampilkan dalam Visual Basic, atau dicetak di kertas.

Dua modus tersebut saling berkaitan, dan digunakan dalam merancang, dan mengetes laporan. Dalam merancang kita gunakan modus design, sedangkan dalam mengetes laporan kita gunakan modus preview.
Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press

Friday, 29 April 2011

Belajar Visual Basic 12. Procedure dan Function

Untuk memudahkan dalam mengorganisir program, dan Visual Basic masih mengikutsertakan prinsip modular programming. Dimana program bisa dipecah kedalam subprogram yang lebih kecil. Dalam hal ini masing-masing objek bisa dipecah menjadi prosedur dan fungsi.

Prosedur adalah kumpulan perintah yang ditandai dengan keyword sub. Contoh penggunaan prosedur adalah sebagai berikut:

Dari kode program diatas bisa dijelaskan sebagai berikut. Prosedur diatas bernama Cari, cari akan mendeklarasikan sebuah variabel i yang bertipe data integer. Kemudian i diisi dengan data 10+3, sehingga variabel i sekarang bernilai 13. Perintah Print i berfungsi untuk mencetak variabel i tersebut.

Fungsi adalah kumpulan perintah yang menghasilkan nilai. Karakteristik dari sebuah fungsi hampir sama dengan prosedur, hanya saja prosedur mempunyai nilai sendiri. Sehingga function juga mempunyai tipe data. Contoh penggunaan function adalah sebagai berikut:

Sekarang kita juga mempunyai sebuah function dengan nama Cari, function cari bertipe data integer, kemudian ada satu baris perintah yang mengubah isi dari function cari menjadi 10+3, sehingga sekarang function cari bernilai 13. Function ini bisa dipanggil oleh prosedur / function lain untuk menghasilkan nilainya, yang bisa kita perlakukan sama dengan sebuah variabel. Hanya saja bedanya variabel sudah menampung data. Sedangkan function akan memproses dulu perintah sesuai dengan kumpulan perintah yang ada padanya baru kemudian mengeluarkan data yang telah selesai di proses.

Thursday, 28 April 2011

Belajar Visual Basic 11. Modus dalam Visual Basic

Suasana coding dengan VB
Dalam Visual Basic terdapat 2 Modus, yakni Design Time dan Run Time. Yang dimaksudn dengan Design Time adalah saat dimana kita melakukan desain, coding pada interface, atau modul. Hal-hal seperti menambah form, mengedit menu, menambahkan prosedur semuanya kita lakukan pada saat design time.

Modus yang kita gunakan dalam mengedit program dan umumnya yang kita gunakan dalam mendisain program adalah modus ini. Sedangkan run time adalah saat pengecekan program yang telah selesai dibuat. Ini hampir sama dengan program yang telah dikompilasi menjadi program yang executable. Hanya saja bedanya, jika terjadi masalah pada program, maka program akan terhenti pada baris code yang bermasalah. Sehingga proses debugging bisa dilakukan.

Untuk mengganti modus dari Design Time ke Run Time bisa digunakan menu Run > Start. Atau menggunakan tombol F5. Sedangkan untuk kembali ke modus Design kita bisa menggunakan menu Run > Stop. Atau melakukan menjalankan perintah close / end pada program aplikasi.

Wednesday, 27 April 2011

Belajar Visual Basic 10. Kontrol pada Visual Basic

Visual basic memiliki kontrol standar, kontrol-kontrol ini nanti akan ditaruh pada form untuk membuat aplikasi yang sesuai. Masing-masing Kontrol diletakkan dalam toolbox. Berikut ini adalah penjelasan sekilas tentang kontrol standar yang ada:


Pointer digunakan untuk memilih control yang sudah berada pada form.

PictureBox adalah control yang digunakan untuk menampilkan image dengan format: BMP, DIB (bitmap), ICO (icon), CUR (cursor), WMF (metafile), EMF (enhanced metafile), GIF, dan JPEG. Selain itu dia juga berfungsi sebagai object container yang bisa menampung beberapa objek lain didalamnya.

Label adalah control yang digunakan untuk menampilkan teks yang tidak dapat dimanipulasi oleh pengguna pada saat run-time.

TextBox adalah control yang mengandung teks yang dapat dimanipulasi oleh pengguna pada saat run time.

Frame adalah kontrol yang digunakan sebagai object container bagi control lainnya, berbeda dengan picture box, control ini memiliki border.

CommandButton  merupakan control yang digunakan untuk membangkitkan event proses tertentu ketika pemakai melakukan klik padanya, sebuah tombol.

CheckBox  digunakan untuk banyak pilihan yang isinya bernilai checked, dan unchecked. Kumpulan checkbox bisa di-check lebih dari satu dalam satu object container.

OptionButton  sering digunakan untuk kontrol bantu pemilihan, kumpulan optionbutton hanya bisa di-check satu buah dalam satu waktu, dalam satu object container.

ListBox mengandung sejumlah item, dan pengguna dapat memilih lebih dari satu (bergantung pada properti multiselect). Prinsip penggunaanya hampir sama dengan checkbox,dimana pilihan yang dipilih bisa lebih dari satu dalam satu waktu.

ComboBox merupakan kombinasi dari textbox dan suatu listbox dimana pemasukkan data dapat dilakukan dengan pengetikkan maupun pemilihan. Prinsip penggunan combobox sama dengan optionbutton, pilihan yang bisa dipilih hanya satu pada satu waktu

HScrollBar dan VScrollBar  digunakan untuk membentuk scroll bar berdiri sendiri.

Timer digunakan untuk proses background yang diaktifkan berdasarkan interval waktu tertentu.

DriveListBox, DirListBox, dan FileListBox,  dapat digunakan untuk membentuk kotak dialog yang berkaitan dengan file, drive, atau directory.

Shape dan line digunakan untuk menampilkan bentuk seperti garis, persegi, bulatan, oval.

Image  berfungsi menyerupai picturebox, tetapi tidak dapat digunakan sebagai object container.

Data  digunakan untuk bound data dari database.

OLE (Object Linking and Embeeded) dapat digunakan sebagai penghubung untuk object lain diluar VB, baik dalam bentuk yang terhubung (link) maupun yang tertanam (embeed).

Sumber: Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press 

Tuesday, 26 April 2011

Belajar Visual Basic 9. Struktur Pemilihan dan Perulangan

Dalam membuat program, aspek utama yang harus diketahui oleh programmer adalah struktur program. Dengan struktur, program akan menjadi lebih mudah dibaca, diedit dan dikembangkan. Ada 2 struktur penting dalam pembuatan program, yakni struktur pemilihan dan struktur perulangan.

Struktur Pemilihan
Struktur pemilihan digunakan untuk memilih proses yang dilakukan terhadap suatu kondisi tertentu. Contoh struktur ini dalam visual basic bisa berupa klausa if dan case.

If..Then..Else
Bentuk umum:
If (kondisi) then
(proses 1)
else
(proses 2)
End if

Select Case
Bentuk umum :
Select Case (variabel)
Case (nilai 1):(proses 1)
Case (nilai 2):(proses 2)
End select

Struktur Perulangan
Digunakan untuk memproses data yang sifatnya berulang sehingga menghemat penggunaan code dan memudahkan pembacaan alur program. Contoh struktur ini adalah For..Next dan While..do.

For..Next
Bentuk umum:
For (variabel)=(nilai awal) to (nilai akhir)
(proses)
Next

Do While.. loop
Bentuk umum:
Do While (kondisi)
(proses)
Loop

Monday, 25 April 2011

Belajar Visual Basic 8. Operator pada Visual Basic

Didalam VB terdapat berbagai macam operator yang bisa digunakan untuk operasi aritmatik, pembandingan dan logika:

1.Operator aritmatika
yaitu operator yang digunakan untuk melakukan perhitungan matematis aritmatika.Operator-operator yang digunakan oleh Viual Basic adalah sebagai berikut:


2. Operator Perbandingan
yaitu operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain untuk mendapatkan hasil True (benar) atau False (salah). Operator ini digunakan untuk mengambil keputusan pada suatu kondisi. Operator-operator perbandingan yang digunakan oleh Visual Basic adalah seperti yang terdapat pada tabel berikut:

3. Operator Logika
Yaitu operator yang digunakan untuk membandingkan suatu nilai dengan nilai yang lain untuk mendapatkan hasil True (salah) atau False (salah), akan tetapi operator logical berfungsi membandingkan perbandingan. Operator logika yang digunakan oleh Visual Basic adalah yang terdapat pada tabel berikut:

Thursday, 21 April 2011

download source code program visual basic menyimpan login pengguna terakhir


User friendly adalah syarat utama sebuah program. Semakin sedikit si pengguna program bekerja, maka semakin bersahabat program itu dengan pengguna.

Salah satu fitur yang paling disukai pengguna yang menggunakan program dengan fasilitas login adalah menampilkan nama pengguna terakhir. Sehingga pengguna terakhir tidak perlu lagi menginputkan namanya cukup memasukkan password saja untuk memulai program.

Saya buatkan sebuah form login sederhana yang menggunakan fitur mengingat pengguna terakhir tersebut, selamat belajar!

Link Download:
Menyimpan login pengguna terakhir

Requirement:
Visual Basic 6.0

Wednesday, 20 April 2011

Download source code program visual basic penomoran otomatis


Beberapa waktu lalu ada request tentang membuat program penomoran otomatis dengan menggunakan Visual basic oleh mail_agoez@yahoo.com di request program.

Saya buatkan sebuah contoh source code bagaimana membuat nomor otomatis dengan menggunakan VB. Contoh ini menggunakan database rental.mdb. Dalam rental.mdb terdapat sebuah tabel yakni tabel member yang fieldnya antara lain: kode, nama, alamat, jekel dll.

Didalam tabel tbmember tersebut sudah terisi 4 record yang kodenya adalah ME0411001,ME0411001,.., ME0411005.

Kode ME0411001 merupakan salah satu contoh kode. Kode ini terdiri dari 9 karakter yang dikelompokkan pada 3 arti yang berbeda yakni ME, 0411, dan 001. Arti kode-kode ini adalah sebagai berikut :
  1. 2 karakter pertama (ME): artinya member
  2. karakter ketiga sampai enam(0411) merupakan bulan dan tahun:  artinya bulan 04 tahun 2011
  3. sedangkan 3 karakter terakhir (001)adalah nomor urut.


Ketika kita melakukan pengurutan otomatis, maka setelah kita mengklik tombol New, maka kode yang paling baru adalah ME0411006 (karena nomor yang terakhir adalah ME0411005). Kalau bulan telah berganti menjadi bulan 05 maka kode otomatis akan berubah menjadi ME0511001. Begitu seterusnya.

Bagaimana Logikanya? Silahkan Cek di:

Link Download:

Requirement:
Visual Basic 6.0, Ms Access 97-200

Tuesday, 19 April 2011

Belajar Visual Basic 7. Tipe data pada Visual Basic

Tipe Data pada Visual Basic

Ketepatan pemilihan tipe variabel akan sangat menentukan pemakaian resources oleh aplikasi yang dihasilkan. Adalah tugas programmer untuk memilih tipe yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berkinerja tinggi. Dibandingkan dengan tipe data yang terdapat pada bahasa BASIC, maka pada VB, tipe data yang disediakan lebih banyak, seperti tipe Currency, Decimal, Object, dan Variant.

Monday, 18 April 2011

Belajar Visual Basic 6.(2) Struktur Program




Program yang dibuat dengan Visual Basic terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan. Komponen yang digunakan adalah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh si programmer. Tidak semua komponen harus diikut sertakan, kadang kala hanya satu atau dua komponen saja, namun tidak tertutup kemungkinan semua komponen akan digunakan. Beberapa komponen tersebut disimpan dalam file yang berbeda, sehingga sangat disarankan untuk menyimpan sebuah proyek aplikasi yang akan dibuat sebaiknya menggunakan sebuah folder khusus untuk masing-masing proyek.

Komponen-komponen ini akan diorganisir oleh sebuah komponen utama yakni komponen project. Komponen ini yang akan menunjukkan komponen apa yang terlibat dalam sebuah proyek aplikasi yang sedang dibuat. Salah satu fasilitas yang dimiliki oleh komponen project adalah project explorer. Berikut ini adalah Struktur komponen yang ada dalam sebuah proyek Visual Basic


Terdapat 4 buah komponen yang tertera dalam gambar diatas, yakni Aplikasi (selanjutnya kita sebut dengan nama project), form, modul, dan kontrol (control). Semua komponen tersebut dinaungi oleh sebuah project yang akan menjadi “peta” untuk beberapa komponen berikut:

1.Form
Form bisa diartikan sebagai dokumen / bentuk. Dalam Visual Basic, form diartikan sebagai bentuk antarmuka yang digunakan untuk interaksi antara pengguna dengan program. Didalam sebuah project form digunakan untuk melakukan input atau output dari program. Dalam sebuah form bisa terdapat satu atau lebih control. Masing-masing form memiliki perintah-perintah yang didukung oleh control. Dalam sudut pandang object form berfungsi sebagai object container. Yakni objek yang berfungsi untuk menampung objek-objek yang lain.

2.Konrol
Control adalah sesuatu yang kita pasangkan dalam form. Yang memungkinkan program untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti menyediakan input text dan meng-click tombol. Bisa dikatakan bahwa form adalah kanvas sedangkan control adalah tinta yang digunakan untuk melukis kanvas tersebut. Tempat menaruh tinta disebut dengan toolbox. Kita bisa menambahkan control kedalam form dengan memilih control yang diinginkan melalui toolbox dan menaruhnya di form.

Ada beberapa control yang memang tersedia beserta dengan VB, yang tidak bisa dihilangkan. Ini disebut dengan intrinsic control. Sedangkan control yang lain berada diluar VB. Mereka bisa ditambahkan kemudian, bahkan bisa dibuat sendiri oleh si programmer. Control jenis ini tersimpan dalam sebuah file .ocx yang bisa dipanggil dan dihilangkan dari toolbox.

3.Modul
Modul termasuk salah satu objek pada Visuak Basic yang tidak tampak dan terpisah dari form, tetapi masih berada dalam aplikasi. Modul standar berisi kode-kode program yang bersifat umum yang dapat dipanggil oleh objek apa saja yang membutuhkannya.

Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press

Saturday, 16 April 2011

Tips Trik VB .NET: 8 Langkah Mudah Merapikan Kontrol di Form Visual Basic .NET

Penampilan bukan utama tapi membantu kepercayaan diri
Sebuah quote yang bagus dari sebuah iklan bertahun-tahun yang lalu.

Quote ini juga berlaku untuk dunia pemrograman. Anda akan bangga dengan program anda kalau anda yakin program anda rapi dan ciamik.

Pengguna akan lebih senang dengan program yang tampilannya rapi.

Rapi disini maksudnya semua label segaris, dan seimbang dengan text box yang akan diisi.

Visual Basic .NET menyediakan fasilitas untuk merapkian kontrol-kontrol yang ada di form Visual basic .NET.

Perhatikan gambar berikut ini:

Saya yakin se sangat-sangatnya, pengguna akan lemas duluan sebelum menggunakan program anda!. karena tampilannya yang tidak rapi.

Ada beberapa langkah untuk merapikan tampilan program tersebut:

1. Pilih semua label yang akan dirapikan
lakukan ini dengan cara mengggunakan ctrl+klik atau dengan mendrag di seputar label tersebut. Sehingga masing-masing label terpilih seperti gambar dibawah ini:


2. Align Left Label

Langkah berikutnya adalah membuat semua label yang terseleksi memiliki rata kiri yang sama. Hal ini bisa dilakukan dengan mengklik menu Format > Align > Left.

Label yang kita pilih pertama kali akan menjadi acuan bagi label-label yang kita pilih berikutnya. Jadi pastikan posisi label yang kita pilih pertama dalam posisi yang kita inginkan, karena semua label akan mengikutinya.

3. Align Left Text

Setelah label memiliki algn left yang sama (rata kiri yang sama), lakukan langkah yang sama terhadap semua text box. Pastikan mereka juga memiliki rata kiri yang sama seperti halnya label.

Pilih text boxnya. Pastikan yang dipilih pertama adalah text box yang akan jadi acuan, kemudian klik Menu Format > Align > Left.

4. Atur posisi Textbox sejajar dengan label

Setelah masing-masing label dan text box sudah memiliki rata kiri yang rapi. Selanjutnya drag text box agar sejajar dengan label. Tidak perlu terlalu sejajar. gunakan saja sebagai posisi awal.


5. Hilangkan Vertical Spacing

Selanjutnya kita akan mengatur jarak antara masing-masing textboxt. Dengan keadaan seluruh textbox masih dalam posisi terseleksi, klik menu Format > Vertical Spacing >Remove.

Sehingga akan tampil textbox tanpa jarak satu sama lainnya.

6. Beri jarak text box 1 spasi
Setelah jaraknya dihilangkan, kita akan memberi jarak 1 spasi untuk masing-masing textbox. Caranya Klik menu Format > Vertical Spacing > Increase.

hasilnya:

7. Sejajarkan label dengan text box
Selanjutnya, dibandingkan dengan label, Textbox sekarang lebih rapi. Kita tinggal mensejajarkan masing-masing label dengan textbox. Pilih text box, kemudian label.

Karena pada umumnya textbox tidak sama besar dengan label. Kita bisa menggunakan bagian tengah textbox sebagai patokan posisi label. Klik menu Format > Align > Middle.

Sekarang label dan textbox sudah sejajar.

8. lakukan langkah 7 untuk seluruh label


lakukan langkah 7 untuk seluruh label, jangan lupa, pilih textbox terlebih dahulu, karena kalau kita mengggunakan menu format allignment, kontrol pertama di pilih akan menjadi patokan untuk kontrol-kontrol berikutnya

Friday, 15 April 2011

Belajar Visual Basic 6. IDE Visual Basic 6

IDE Visual Basic 6

Langkah awal menggunakan Visual Basic (VB) adalah mengenal Integrated Developement Environment (IDE) Visual Basic.

IDE adalah sebuah “layanan satu pintu” yang bisa digunakan oleh programmer untuk melakukan, desain, coding, debugging, dan kompilasi program dalam satu buah tool yang terintegrasi.

Sebelum menggunakan IDE, para programmer melakukan 4 langkah tersebut dengan tool yang berbeda-beda yang tentu saja memperlambat proses pembuatan program. Dengan adanya IDE hal tersebut bisa ditanggulangi karena hanya menggunakan 1 buah alat untuk keseluruhan kegiatan.

IDE Visual Basic 6 menggunakan model MDI (Multiple Document Interface). Gambar diatas menunjukan bagian-bagian dan nama-nama window yang terdapat pada IDE Visual Basic. Penampilan dari window tersebut dapat diatur dengan perintah pada menu view. Berikut ini adalah beberapa window yang sering digunakan dalam membuat sebuah aplikasi.

Tak kenal, maka tak sayang. Sebelum memulai menggunakan Visual Basic. Sebaiknya mengenal istilah-istilah yang digunakan dalam penggunaan IDE Visual Basic:

Menu bar, digunakan untuk memilih tugas-tugas tertentu seperti menyimpan project, membuka project, yang terdiri dari menu file, edit, view, project, format, debug, run, query, diagram, tools, add ins, window, help
Main toolbar, merupakan shortcut untuk menu-menu yang sering digunakan pada menu bar.
Project, window ini berisi struktur tree dari project yang sedang dikerjakan. Berisi daftar form, module, class, activeX yang digunakan dalam membuat program aplikasi.
Form designer, window ini merupakan tempat untuk merancang user interface dari aplikasi.
Toolbox, window ini berisi komponen-komponen yang dapat digunakan untuk memperkaya user interface.
Code, window ini digunakan untuk menuliskan source code dari program .
Properties, window ini digunakan untuk melihat / mengedit sifat-sifat (properties) dari object yang sedang terpilih.
Color palette, adalah fasilitas untuk mengubah warna suatu object.
Form layout, window yang akan menunjukan tampilan form bersangkutan disaat runtime.

Mengenal bukan berarti kita harus tahu semua fungsi dari window yang dimiliki oleh IDE.

Mungkin ada beberapa yang tidak perlu kita telusuri dengan tujuan lebih mempercepat proses pembuatan program (pastinya tangan anda sudah gatal untuk mengetik kode program bukan?).

Namun mengenal IDE sebenarnya mempunyai manfaat cukup bagus, bagaimana bisa membuat program dengan cepat, jika masing-masing kode harus diketikkan satu persatu. Atau, malah disibukkan dengan mencari nama variable yang dibuat.

Atau mempercepat proses debugging (pencarian kesalahan dalam pembuatan program). IDE dilengkapi untuk fasilitas semacam itu, tapi itu pembahasan lain, pengenalan IDE bisa dilakukan dengan otodidak.

Sumber: Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press

Thursday, 14 April 2011

Belajar Visual Basic 5. Apa itu program?

Gambar Program dari ttp://www.lisisoft.com

Program adalah sebuah instruksi yang berbasiskan perintah berbahasa inggris yang disebut dengan source code / kode sumber. Sintak penulisan dari instruksi tersebut diatur oleh bahasa yang digunakan.

Source code terdiri dari kumpulan perintah, perintah merupakan sebuah instruksi untuk kompiler. Setiap instruksi harus dalam bentuk yang benar, sehingga salah satu tugas dalam menggunakan Visual Basic sebagai bahasa pemrograman adalah memahami sintak penulisan kode yang benar.

Setelah program dibuat, kemudian dikompilasi dengan menggunakan kompiler maka dia akan menjadi sebuah program aplikasi.
Sumber: Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press

Wednesday, 13 April 2011

Belajar Visual Basic 4. Sejarah Visual Basic

Gambar VB dari vbcomp.wordpress.com

Visual Basic berasal dari pengembangan bahasa BASIC (Beginner All-purpose Symbolic Instruction Code) pada awal tahun 1960 di Dartmouth College, Amerika Serikat.

Diawali dengan lahirnya komputer pribadi (Personal Computer / PC) pertama, bermerek MITS Altair pada tahun 1975.

Bill Gates dan Paul Allen menciptakan bahasa pemrograman BASIC untuk Altair. Ternyata sambutan masyarakat sangat baik, karena itu akhirnya mendorong mereka mendirikan perusahaan sendiri yang bergerak di bidang software bernama Microsoft, yang sampai saat ini merupakan salah satu vendor perangkat lunak terbesar di dunia.

Pada tahun 1982, IBM/PC diperkenalkan kepada masyarakat. Microsoft pun membuat sistem operasi MS-DOS untuk komputer ini, dimana didalamnya disertakan pula bahasa BASIC yang dikenal sebagai Quick Basic (QBASIC). Sejak tahun 1990, era DOS mulai berlalu kemudian digantikan oleh era Windows yang lebih mengedepankan Graphical User Interface (GUI) yang sangat booming.

Microsoft lalu membuat BASIC versi Windows yang dikenal dengan nama Visual Basic. Sampai saat ini Visual Basic telah mengalami evolusi berkali. Evaluasi terakhir adalah Visual Basic .Net yang dirilis pada tahun 2008.

Pada tutorial ini yang digunakan adalah Visual Basic 6.0 yang dirilis pada tahun 1998. Pemilihan bahasa pemrograman ini bukan tanpa alasan, dengan fasilitas kemudahan, integrasi dengan sistem operasi windows. Fasilitas untuk mengakses berbagai macam basis data, serta tidak memerlukan komputer dengan spesifikasi yang terlalu high-end membuat versi ini masih diminati dalam waktu-waktu sekarang ini.

Tutorial yang banyak bertebaran diberbagai pustaka / website membuat komunitas-komunitas untuk berdiskusi mengenai bahasa pemrograman ini cukup banyak, sehingga memudahkan untuk berdiskusi atau tanya pendapat mengenai permasalahan yang ditemukan dalam pembelajaran.

Sumber: Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: STAIN Batusangkar Press

Tuesday, 12 April 2011

7 Langkah menambahkan gambar pada button atau tombol di Visual Basic .Net

Gambar merupakan salah satu komponen penting dalam pembuatan program. Dengan menambahkan gambar atau icon-con tertentu pada aplikasi kita akan membuat pengguna menjadi tidak cepat bosan, dan bisa menjalankan aplkasi dengan lebih cepat.

Kali ini kita akan mencoba menambahkan gambar pada button. Button merupakan salah satu kontrol terpavorit yang akan digunakan. Yang bertujuan untuk menjalankan perintah-perintah tertentu. Untuk program aplikasi database, perintah-perintah yang umumnya menggunakan button adalah: simpan, bersih layar, delete, tutup form.

Jika kita menggunakan program aplikasi database, jika ada 10 buah form, kemungkinan 8 buahnya menggunakan button seperti diatas. Dengan menambahkan gambar pengguna jelas akan lebih suka dibandingkan dengan aplikasi yang butonnya hanya menampilkan kata SIMPAN, BERSIH, HAPUS, dan TUTUP.

Ada 7 langkah yang bisa kita lakukan untuk menambahkan gambar pada button:

1. Tambahkan Button pada Form






langkah pertama adalah menambahkan button pada form dengan mengklik button pada pilihan toolbox. Seperti terlihat pada gambar diatas. Button berada tepat dibawah icon pointer dan diatas icon checkbox.

Double click atau drag control button tersebut ke dalam form. Tentukan posisinya yang sesuai.

2. Atur property text button

dengan atau tanpa menggunakan gambar. Langkah ini biasanya tetap akan kita lakukan, yakni mengatur property text dari button. Property text adalah tulisan yang tampil pada button pengguna. Caranya adalah dengan mengklik button pada form sampai button tersebut memiliki bingkai 8 buah kotak kecil yang menunjukkan bahwa button tersebut sedang aktif (lihat gambar diatas)

Text bisa kita umpamakan sebagai judul. Judul harus singkat (sebaiknya 1 kata) dan mewakili perintah apa yang diemban oleh si button. Sebagai contoh button yang akan kita buat adalah button untuk menyimpan data form ke database. oleh karena itu textnya bisa kita isi dengan "Simpan".

3. Atur property image

langkah ketiga adalah mengatur property image dari button. Pada property image button terlihat diisi dengan sebuah kotak putih yang menunjukkan bahwa button ini belum memiliki image. Klik pada property image tersebut sehingga memunculkan sebuah button browse yang ditandai dengan tanda .... klik button browse tersebut (lihat gambar diatas)

4. browse gambar

Langkah berikutnya adalah menentukan file yang akan kita gunakan sebagai gambar. Dihadapan kita muncul sebuah jendela select resource. Dengan 2 buah resource context: yakni local resource dan project resource.

Pilih project resource, karena kita akan menggunakan file yang sama berulang kali. Sehingga tidak repot lagi mengatur lokasi image kita nantinya.

Setelah itu klik tombol import, sehingga memunculkan gambar-gambar yang akan kita gunakan. Gambar2 bisa dalam tipe gif, jpg, bmp dan lain-lain yang bisa dibuat dengan aplikasi pengolah gambar seperti photoshop, acdsee dan sejenisnya.

Setelah gambar tersebut dipilih klik tombol OK.

5. pilih gambar

setelah kita selesai mengimport resource. Gambar-gambar yang tadi kita import sekarang tampil di bagian select resource. Setiap kita mengklik tombol browse image button untuk yang seterusnya, semua gambar ini akan dimunculkan lagi.

Langkah berikutnya adalah menentukan gambar yang akan dipakai untuk tombol. Karena button yang akan digunakan adalah button simpan. Maka gambar yang sesuai adalah simpan.jpg. Klik gambar yang akan dipakai kemudian klik OK.

6. Atur alignment gambar


setelah langkah ke 6 maka button kita sudah memiliki gambar. hanya saja sayangnya gambarnya berdempetan dengan judul dari tombol. Hal ini bisa kita perbaiki dengan mengatur image align seperti gambar diatas, pilih align kiri.

7. Tombol sudah siap digunakan


sekarang tombol anda sudah memiliki gambar dan siap digunakan

Sunday, 10 April 2011

Belajar Visual Basic 3. Pemrograman Berorientasi Objek, Sebuah Konsep (Lanjutan)

Kebutuhan saat ini bisa diterjemahkan dalam bentuk objek. Objek disini bisa jadi objek menurut versi manusia. Pada saat ini hampir tidak ada bahasa pemograman yang tidak menerapkan metode atau teknik OOP, mulai dari SmallTalk, Eiffel, C++, Dephi sampai Visual Basic sendiri, dan Java.

  • Method
Metode adalah aksi, tindakan atau perbuatan yang dapat dilakukan oleh suatu objek. Metode atau tindakan yang dapat dilakukan tergantung pada instruksi pada objek tersebut. Misalnya melakukan perhitungan, menutup aplikasi, menerima nilai dan sebagainya.

  • Event
Event adalah aktifitas yang terjadi saat menggunakan aplikasi yang disebabkan karena adanya tindakan dari pemakai. Event merupakan suatu bentuk interaksi antar pemakai dan program pada saat program tersebut dijalankan yang bertujuan untuk mengarahkan program kesuatu kondisi yang diinginkan oleh programer.

Event-event yang terdapat dalam suatu objek akan memicu objek tersebut untuk menjalankan metodenya, yaitu tindakan yang harus dilakukan oleh objek tersebut dan metode yang akan dijalankan oleh suatu objek ditulis oleh programer.

Berdasarkan hal tersebut maka dapat digambarkan cara kerja dari Visual Basic seperti yang terdapat pada gambar berikut.



Sumber bacaan:
Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: Stain Batusangkar Press

Saturday, 9 April 2011

Belajar Visual Basic 2. Pemrograman Berorientasi Objek, Sebuah Konsep (Lanjutan)


Untuk lebih memahami tentang Pemrograman Berorientasi Objek, kita harus faham konsep dari “berorientasi objek” itu sendiri.

Pressman memberikan contoh seperti sebuah kursi. Kursi yang kita duduki sekarang, adalah merupakan sebuah contoh objek. Kursi adalah anggota (member / instance ) dari kumpulan objek (class) yang lebih besar yakni furnitur.

Beberapa atribut umum bisa digunakan oleh setiap anggota objek furnitur. Sebagai contoh semua furnitur akan memiliki harga, dimensi, tinggi, lebar, tempat, dan warna. Semua atribut itu akan berlaku untuk semua sofa, meja, lemari. Karena kursi (objek) adalah member dari furnitur (class), maka kursi mewarisi (inherit) semua atribut furnitur.

Setelah sebuah class didefinisikan, maka atribut-atributnya bisa digunakan kembali oleh semua anggota.

Semua objek dalam class furnitur bisa dimodifikasi dengan berbagai cara. Objek tersebut bisa dijual, dirubah bentuk fisiknya (contoh: kaki meja yang patah, kemudian disambung kembali), atau dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain.

Setiap kegiatan (operation / services / methods) ini akan mengubah satu atau lebih atribut yang dimiliki oleh si objek. Sama seperti mewarisi atribut, maka objek juga mewakili methods dari sebuah class.


Objek meja membungkus (encapsulate) semua atribut, method, dan objek lain (contoh: objek laci) dalam satu nama. Sehingga kita mendapatkan konsep Berorientasi Objek adalah sebagai berikut:

Berorientasi Objek = Objek + Class + Pewarisan + Komunikasi

Sumber bacaan:
Yunizal, Edri (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: Stain Batusangkar Press
Pressman, Roger S. (2001). Software Engineering: A Practioner’s Approach. New Yok: McGraw-Hill.

Friday, 8 April 2011

Belajar Visual Basic 1. Pemrograman Berorientasi Objek, Sebuah Konsep

Sebelum era Pemrograman Berorientasi Objek, pemrograman komputer menggunakan konsep Pemrograman Terstruktur. Pemrograman Terstruktur ini berbasis Function. Program dibagi kedalam beberapa sub program yang akan dipanggil dari sebuah sub program utama. Pembagian program kedalam sub program bertujuan untuk meringkaskan program sehingga perintah-perintah program bisa bersifat reusable (bisa dipanggil kembali jika dibutuhkan). Pemrograman terstruktur umumnya berbasis command line.

Para programmer menggunakan text editor yang populer seperti Edit, Sidekick. Kemudian source code program dibuat executable dengan menggunakan kompiler. Beberapa bahasa pemrograman seperti BASIC, Turbo Pascal sudah memiliki editor text dan kompiler sendiri.

Ada 2 pandangan tentang perubahan konsep dari Pemrograman Terstruktur menjadi Pemrograman Berorientasi Objek:

  1. 1. Pandangan Revolusi, kalangan ini berpendapat bahwa perubahan terjadi karena telah terjadi kesalahan dalam cara pembuatan program selama ini (Terstruktur). Oleh karena itu ditemukan sebuah solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut (Berorientasi Objek)
  2. 2. Pandangan Evolusi, kalangan ini berpendapat bahwa tidak terjadi kesalahan, hanya saja konsep yang digunakan (Terstruktur) tidak cukup lagi untuk menangani kompleknya permasalahan yang dihadapi oleh dunia pemrograman sehingga perlu berubah menjadi Berorientasi Objek
Sebagaimana disampaikan oleh salah seorang Evolusioner, Arthur J. Lier:
“....I have no trouble using this method of programming when there are only 8 opcodes to remember and 30 lines of code to write. When my hardware becomes more sophisticated and I begin getting problems that require 64K of memory, remembering opcodes then starts creating a level of complexity I cannot handle. At that time, I begin using assembly-language mnemonics. This works great until a point where the complexity of my problems outgrows this paradigm. I similarly upgrade to using a high-level language whose instructions each replace many assembly-language mnemonics, allowing me to think at a higher level. Aside from reducing the language complexity, I also seek out a better way of thinking about my problem. Instead of stringing instructions into small functions and small functions into programs, I use a structured method for breaking my problem into smaller pieces, each of which is manageable”

Tampak bahwa instruksi-instruksi pemrograman yang sebelumnya (Terstruktur) dapat digantikan dengan beberapa baris kode saja dengan menggunakan konsep Berorientasi Objek. Meminimalkan source code, sehingga programmer lebih bisa berkonsentrasi dalam pemecahan masalah itu sendiri.
Bukan hanya perdebatan tentang dari mana asalnya Pemrograman Berorientasi Objek saja. Para ahli juga berbeda pendapat tentang pentingnya konsep ini. Sebagian berpendapat “Kenapa konsepnya diubah?, pembuatan program kan bukan hanya berasal dari programmer saja?, tapi telah melalui analisa dari seorang sistem analis?”.

Tentu saja perdebatan ini mempunyai latar belakang masing-masingnya. Untuk asal pemrograman berorientasi objek saya rasa kita lebih setuju kalau asalnya memang dari evolusi dari pemrograman itu sendiri. Sedangkan untuk pentingnya OOP akan kita bahas dalam uraian berikut.

Pemrograman Terstruktur berbasis dari ide terpusat. Semuanya diselesaikan dalam sebuah aplikasi, mulai dari proses entri, modifikasi, laporan dan lain-lain. Dalam dunia nyata hampir tidak mungkin untuk menyelesaikan semua aktifitas dalam sebuah aplikasi, begitu banyaknya pilihan hardware, lokasi, jenis data membuat perlunya pengembangan sistem yang tidak terpusat.

Tidaklah mungkin membuat sebuah aplikasi super yang bisa menyediakan laporan, menerima permintaan, memenuhi permintaan, dan mengirimkannya secara sekaligus di banyak tempat. Hal yang bisa dipecahkan dengan pemrograman berorientasi objek, karena objek bisa dideskripsikan, dikelompokkan, diorganisasikan, dikombinasikan, dimanipulasi, dan bisa dibuat. Solusi yang tepat untuk mengatasi masalah yang komplek.

Sumber bacaan:
Edri Yunizal (2009). Pemrograman Berorientasi Objek: Implementasi Aplikasi Inventory. Batusangkar: Stain Batusangkar Press
Riel, Arthur J. (1996). Object-Oriented Design Heuristics. New Jersey: Addison Wesley.

Thursday, 7 April 2011

Source Code Visual Basic .NET 2008 Membuat buku alamat dengan file binner


Buku alamat adlaah sebuah aplikasi yang digunakan untuk menyimpan dan mengelola daftar alamat.
Source code ini adalah bagaimana membuat sebuah file binner dengan vb .net, menyimpan, memanggil dan membuat file binner tersebut. Aplikasi ini membuat sebuah file bukualamat.bin dalam direktori program, dan menyimpan semua input alamat dalam file tersebut.

Aplikasi ini menggunakan filestream untuk membuat file binner. Penggunaan fitur Tambah, edit hapus seperti pembuatan program database. Program ini bisa dikembangkan untuk membuat aplikasi sederhana yang tidak terlalu membutuhkan database yang besar atau fasilitas pencarian yang cepat.

Penggunaan file bukualamat.bin berfungsi sama dengan penggunaan database, hanya saja ini dalam bentuk file binner. File binner tidak memiliki kemampuan seperti database umumnya, tapi hal ini juga merupakan keuntungan tersendiri. Karena file binner tidak membutuhkan database dalam menggunakannnya. Dalam artian tidak perlu menginstall database untuk membuat aplikasi dengan menggunakan file binner ini.

Ide Awal:
Petroutsos, E. (2002). Mastering Visual Basic .NET. London: Sybex.

Requirement:
Visual Basic .NET 2008

Download:
Download Source Code Visual Basic .NET 2008 Membuat buku alamat dengan file binner di Ziddu

Wednesday, 6 April 2011

Source Code VB .NET 2008: fungsi overloading, menghitung file dalam sebuah direktori / folder

Kadang kala kita membutuhkan fungsi yang hampir sama tapi memiliki parameter yang berbeda. Dan memiliki tipe hasil yang berbeda. Jika biasanya pada Visual Basic 6 digunakan fungsi yang berbeda, pada VB .NET ada fungsi overloading yang berfungsi menerapkan berbagai macam implementasi dengan fungsi yang sama, dengan parameter bahkan nilai return yang berbeda.

Fungsi ini menggunakan nama yang sama.

Ini adalah sebuah aplikasi untuk menghitung jumlah file dalam sebuah direktori atau folder. Jumlah file yang akan dihitung di filter dengan sebuah fungsi hitungFile. Fungsi hitungFile diterapkan pada beberapa kondisi yang berbeda, ukuran file, tanggal pembuatan file, dan ekstensi file.

Ide awal:
Petroutsos, E. (2002). Mastering Visual Basic .NET. London: Sybex.

Requirement:
Visual Basic .NET 2008


Download:

Tuesday, 5 April 2011

Source Code Visual Basic .NET 2008: Statistik

Source code digunakan untuk memanggil fungsi yang mengirimkan array. Dalam contoh ini digunakan statistik. Ketika program dijalankan aplikasi ini membuat kumpulan data dalam list box yang berisi angka random. Kemudian dari angka random tersebut (100 angka) dihasilkan nilai statistiknya seperti total, standari deviasi, angka minimal, angka maksimal, count dan rata-rata.
Program ini dapat dikembangkan untuk menghitung statistik sebuah perulanngan, jumlah penjualan, jumlah barang dan sebagainya. Tentu saja dengan mengganti nilai random dengan data dari database.

Ide awal:
Petroutsos, E. (2002). Mastering Visual Basic .NET. London: Sybex.

Requirement:
VB .NET 2008


Download:

Monday, 4 April 2011

Source Code Visual Basic .NET 2008 Tipe data

Tipe data dalam pemrograman sangat kita butuhkan untuk membuat aplikasi sesuai dengan kebutuhan yang kita harapkan. Masing-masing tipe data adalah unik, dan memiliki fitur-fitur yang bisa dioptimalkan. Pemilihan tipe data juga menentukan konsumsi memori yang digunakan oleh aplikasi kita.
Berikut ini adalah sebuah contoh source code yang menggunakan variabel bertipe data string, integer, date, dan struktur.
Program diawali dengan mendefinisikan variabel dengan tipe struktur. Variabel dengan tipe ini berfungsi untuk menampung beberapa variabel sekaligus. Tipe struktur ini kemudian ditampung dalam sebuah array yang bisa menampung 9 record. Setiap kali tombol selanjutnya di klik, program akan menampilkan record selanjutnya, ketika telah sampai pada record terakhir, dan pengguna kembali mengklik tombol selanjutnya, program akan kembali ke record pertama.

Ide awal:
Petroutsos, E. (2002). Mastering Visual Basic .NET. London: Sybex.

Requirement:
VB .NET 2008

Download: