Saturday, 2 February 2013

[vb6] Source Code Program Visual basic untuk Backup dan Restore database MySQL

Gambar MySQL dari w3resource.com
Kembali dari grup diskusi di Visual Basic Opensource ada member yang bertanya tentang backup dan restore database MySQL dengan menggunakan Visual Basic.

Well sebenarnya MySQL sudah menyediakan sebuah file untuk fasilitas backup dan restore ini, namanya adalah MySQLdump. File ini terletak di folder mysql\bin. Kalau anda pengguna Appserv, posisinya adalah di C:\appserv\mysql\bin, sedangkan bagi anda yang menggunakan xampp posisinya adalah di c:\xampp\mysql\bin. Nah yang harus kita lakukan adalah mengakses file tersebut dan menjalankan perintah yang dibutuhkannya.

Berdasarkan thegeekstuff.com perintah untuk backup dan restore itu seperti ini:

backup: # mysqldump -u root -p[root_password] [database_name] > dumpfilename.sql

restore:# mysql -u root -p[root_password] [database_name] < dumpfilename.sql

[root_password] adalah password root dari database mysql yang anda gunakan [database_name] adalah nama database yang ingin anda backup atau restore. sedangkan dumpfilename.sql adalah path dan nama database yang ingin anda backup atau restore. Ganti ke tiga variabel tersebut dengan nilai yang dibutuhkan, maka anda akan berhasil membackup database mysql.

Nah itu secara command linenya, langkah yang kita butuhkan sekarang adalah menjalankan perintah tersebut melalui vb. VB memiliki sebuah perintah bernama shell yang berfungsi untuk mengeksekusi perintah file tertentu secara comand line. Untuk kasus mysqldump tersebut diatas kita bisa menggunakan perintah berikut ini:

Shell "C:\AppServ\MySQL\bin\mysqldump -u root -pcontoh mysql > d:\dumpfilename.sql"

Perintah diatas akan menjalankan mysqldump dengan password root "contoh", membackup database mysql yang akan disimpan pada d:\dumpfilename.sql. Untuk lebih jelasnya bisa anda lihat pada source code berikut ini:



Wednesday, 30 January 2013

Mengatur MySQL bisa menggunakan jaringan (diakses dengan visual basic dari komputer klien)

Database MySQL diperuntuhkkan untuk PHP, dengan kata lain, pengaksesan melalui jaringan adalah fitur utama dari database ini. Pengaksesan melalui jaringan pada prinsipnya MySQL dijalankan di server (Server Side) sehingga hak akses yang digunakan sebenarnya lokal. Hal yang berbeda kalau kita ingin mengakses database tersebut secara Client Side. Misalnya ingin mengakses database dari sebuah PC dengan menggunakan Visual Basic. Kita harus mempersiapkan MySQL yang bisa menggunakan jaringan.

Untuk kegiatan ini diperlukan requirement sebagai berikut:

  1. Antar muka MySQL seperti PHPMyAdmin
  2. Windows XP di Server (dan akses ke control panelnya)
Sedangkan Langkah-langkah yang harus kita lakukan adalah
  1. Atur  firewall komputer server
  2. Menambahkan user MySQL untuk komputer klien 

Atur firewall komputer server

untuk melakukan langkah ini, anda bisa membuka Control Panel, dengan mengklik Start > Control Panel  > Network Connections. Pada bagian kiri dari control panel klik Change Windows Firewall Setting (lihat gambar di bawah ini). 

Mengatur Firewall
Selanjutnya dari tab yang ada pilih Exception. Kemudian klik Add Program untuk menambahkan program MySQL. Pada jendela Add Program Klik tombol Browse dan telusuri file mysql-nt di folder \Mysql\bin, seperti di C:\Appserv\mysql\bin atau di C:\xampp\mysql\bin. lihat contoh gambar berikut:
Menambahkan mysql-nt di exception
Langkah yang kita lakukan diatas adalah untuk membuat windows Firewall mengizinkan mysql untuk berkomunikasi dengan jaringan tanpa di blok. Dan kita bisa k tahap selanjutnya!

Menambahkan user MySQL untuk komputer klien 

Menambahkan user berarti kita perlu perangkat pengelola MySQL seperti phpmyadmin dalam gambar saya menggunakan phpMyAdmin - 2.10.3. Buka Localhost\phpmyadmin di browser komputer anda, dan klik Privileges seperti gambar dibawah. Privileges adalah pengaturan user di MySQL, siapa yang berhak mengakses dan hak apa saja yang mereka miliki, bisa mengakses dari komputer mana saja dan seterusnya.

Mengatur privileges di MySQL.
Pada privileges, ternyata ada 3 user root yang bisa mengakses database dari 127.0.0.1, localhost dan production.mysql.com. 127.0.0.1 dan localhost menunjuk pada komputer itu sendiri. sedangkan production.mysql.com mungkin untuk kepentingan pengembang MySQL, saya kurang tahu. Nah disinilah kita akan menambahkan 1 user lagi dengan klien yang bebas. Klik Add New User untuk menambahkan user baru. 
Daftar User di MySQL
Berdasarkan layar input yang muncul berikutnya, isikan nama user dengan root, kemudian kosongkan bagian host dengan combo Any host terpilih seperti gambar dibawah. tambahkan password dan pada Global Privileges klik pada link Check All untuk memberikan semua akses pada root tersebut.

Menambahkan user baru pada MySQL dengan kemampuan menggunakan jaringan
Setelah proses produksi selesai, user root jaringan ini sebaiknya anda ganti dengan user yang lebih terbatas kemampuannya, karena bisa mengakses root berarti bisa mengakses semua sumberdaya MySQL anda. Selamat belajar!
~rajin pangkal pandai~

Sunday, 20 January 2013

Membuat Laporan dengan Crystal Report 8.5, Visual Basic 6, dan Microsoft Access 2007

Keliling-keliling, saya nemu cara pembuatan laporan ini di http://qie-belajarvb.blogspot.comLangsung sj sekalian ditambah-tambahin biar komplit, hehe.

Paling  mudah membuat laporan dengan Crystal Report 8.5 kalau menggunakan Access 2003 kebawah, kita bisa langsung memanggil filenya tanpa perlu repot menggunakan seting ODBC. Untuk bisa mengakses Access 2007 lewat Crystal Report 8.5 kita perlu koneksi ODBC.

Requirement :

  • Visual Basic 6.0 
  • Crystal Report 8.5 dan
  • Microsoft Access 2007
Langkah:
  1. Buat koneksi ODBC
  2. Buat file Report dengan Crystal Report
  3. Buat Coding di Visual Basic

Buat Koneksi ODBC

  • Buka control panel
  • pilih Administrative Tools
  • Double Klik Data Source (ODBC), sehingga memunculkan dialog:
Data Source ODBC
  • Klik Add, akan muncul Form "Create New Data Source"
  • Pilih "Microsoft Access Driver(*.mdb,*.accdb)" 
  • kemudian klik finish kemudian akan muncul dialog seperti di bawah ini
  • isi Data source name dengan amikaktan, penjualan, akademik (atau nama lain sesuai dengan kebutuhan anda, contoh pada gambar data sourcenya diberi nama transaksi)

Nama data source


  •  Pada frame database klik select , akan muncul form seperti dibawah ini
Memilih database
  • cari folder tempat anda menyimpan database pada bagian directories, kemudian double klik folder tempat database anda . Pada contoh, qie punya file penjualan.accdb pada drive C:, maka anda tinggal double klik folder C:

Buat File Report dengan Crystal Report

Langkah berikutnya adalah membuat file laporan dengan menggunakan koneksi ODBC yang telah dibuat tadi. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Buka Crystal Report, Pada pilihan gallery Pilih Report Expert, kemudian Pilih Standard pada daftar Expert, seperti gambar diatas. Pilihan Blank Report bisa anda gunakan untuk membuat laporan dari awal, Report Expert menggunakan sistem Wizard.
Report Expert
Pada Tampilan berikutnya klik Database, kemudian pilih tipe ODBC. dari pilihan ini akan memunculkan nama koneksi yang anda buat tadi, apakah amikaktan, penjualan, akademik dan lain-lain. pada contoh gambar, nama databasenya adalah antinmotor. Dari database tersebut terdapat banyak tabel, klik tabel yang akan dijadikan report, kemudian klik tombol add sehingga memunculkan checklist pada icon tabel tersebut (lihat gambar dibawah ini). setelah itu click close untuk melanjutkan.
Menambahkan tbsuplier ke report
Ini akan membawa kita pada tahap ke-2 dari Wizard Report Expert yakni pemilihan field. Setelah tabel ditentukan, berikutnya disini kita memilih field apa saja yang akan ditampilkan. Karena belum tentu semua informasi akan dibutuhkan. Klik Finish untuk mulai mendesain Report.
Pemilihan Field pada Report Expert
Tahapan selanjutnya adalah mengenal antar muka dari Crystal Report 8.5. Perhatikan komponen-komponen dibawah ini. Menu bar adalah menu standar dalam aplikasi, sama dengan Toolbar yang juga standar. Bagian sebelah kiri dari Crystal Report 8.5 terdiri atas 2 tab yakni tab design dan Preview

Tab Design adalah tampilan desain dari laporan, sedangkan tab preview akan menampilkan pra-cetak dari laporan, sama seperti print preview pada word. Saat ini tab yang aktif adalah tab preview, pemilihan tab ini akan menampilkan hasil yang berbeda pada Layar Report. Layar Report sekarang berisi nama dan isi field yang sudah kita isikan kedalam database.

Komponen Crystal Report 8.5

Selanjutnya kita harus menon aktifkan pilihan Save Data With Report agar data yang sudah tayang saat ini disimpan sebagai bagian dari Report, dan akibatnya kita harus me-refresh data setiap kali report akan kita gunakan. Hilangkan checklist pada File > Save Data With Report.

Simpan lah data dengan nama yang sesuai (jangan gunakan spasi dalam memberi nama report) dengan mengklik icon Save pada toolbar. Pada contoh saya akan menyimpan report yang telah saya buat dengan nama rptsuplier. Crystal report akan menyimpan report tersebut dengan nama rptsuplier.rpt. Lihat gambar berikut ini. Pastikan report disimpan pada folder yang sama dengan file project Visual Basic Anda, karena kita akan memanggil report berdasarkan lokasi project tersebut
Menyimpan Report
Setelah report disimpan langkah selanjutnya adalah memanggil Report tersebut melalui Visual Basic. Saya asumsikan anda sudah bisa menggunakan Menu pada visual Basic, kalau belum anda bisa baca di Contoh Penggunaan Menu pada Project. Pada gambar berikut saya menambahkan sebuah menu Laporan dengan sub menu Daftar Suplier. Rencana rptsuplier diatas akan dipanggil langsung dengan menu tersebut.
Tambahkan menu Daftar Suplier
Setelah menu tersedia, langkah selanjutnya adalah menambahkan komponen Crystal Report kedalam Design Form di Visual Basic. Di Form menu tersebut tekan kombinasi tombol Ctrl+T atau Klik menu Project > Components. Dari daftar komponen yang ada checklist lah pada Crystal Report Control, sehingga pada toolbox Visual Basic akan memunculkan Crystal Report sebagai tambahan control yang baru.
Menambahkan komponen Crystal Report Control
Double click pada crystal report control di Toolbox, sehingga menampilkan layar konfirmasi integrasi aplikasi dengan Crystal Report. Di Form sekarang sudah tertampil sebuah control dengan nama CrystalReport1. klik pada kontrol tersebut dan ubah properti .Name nya menjadi cr1. Ini digunakan untuk memperpendek penulisan kode, kita bisa memanggil kontrol ini dengan cr1, daripada CrystalReport1, lebih pendek bukan?
Menambahkan Crystal Report Control ke Form
Langkah selanjutnya adalah menggunakan cr1 untuk memanggil rptsuplier yang sudah kita buat tadi. Pada menu yang sudah tersedia di design form klik Laporan > Daftar Suplier. dan tambahkan kode berikut ini:
Kode untuk memanggil report
Pada kode diatas ada 2 kata yang saya highlight, yakni nama databasenya antinmotor, dan nama reportnya rptsuplier.rpt. Kesalahan pemberian nama ini membuat report tersebut tidak bisa dipanggil. Jadi pastikan anda sudah mengatur ODBC anda dengan benar, dan juga sudah menempatkan file report anda di folder yang sama dengan project.

Dan... anda sudah bisa mulai menekan tombol F5 dan melihat hasilnya...
~rajin pangkal pandai~


    Wednesday, 16 January 2013

    04. Pemrograman Database dengan VB .NET 2010 : Membuat Entri Suplier - Perintah SQL Delete

    Perintah SQL Delete berfungsi untuk menghapus record tertentu yang sesuai dengan kriteria (kondisi). Bentuk umum dari perintah tersebut adalah:

    DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi

    Misalkan pada tabel tbsuplier, kita ingin menghapus data D01 (nama suplier Mitsubishi) seperti gambar berikut ini:

    Menghapus data D01

    Sebelum menghapus, kita terlebih dahulu harus menetapkan kondisinya. Artinya, dari ketiga data tersebut harus ada kondisi yang hanya berlaku benar untuk data Mitsubishi. Kita bisa menggunakan perintah sebagai berikut:

    DELETE FROM tbsuplier
    WHERE kodesuplier=‘F01’

    Perintah diatas menunjukkan bahwa data dari tbsuplier yang kodesupliernya adalah D01, kalau F01 berarti tidak ada data yang terhapus. Perintah yang sebenarnya adalah:

    DELETE FROM tbsuplier
    WHERE kodesuplier=‘D01’


    Perintah  tersebut akan menghasilkan pesan sebagai berikut:
    Pesan konfirmasi penghapusan data dengan perintah DELETE
    Berdasarkan materi ini, dapat disimpulkan manfaat dari perintah SQL Delete adalah untuk menghapus data-data yang sesuai dengan kondisi yang ditetapkan oleh si pengguna. Selamat Belajar!

    Saturday, 12 January 2013

    03. Pemrograman Database dengan VB .NET 2010 : Membuat Entri Suplier - Perintah SQL Update

    Perintah UPDATE merupakan perintah SQL yang digunakan untuk memodifikasi data yang sudah ada pada tabel. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut:

    UPDATE NAMA_TABEL SET NAMA_FIELD_1=NILAI_1,NAMA_FIELD_2=NILAI_2, ... , NAMA_FIELD_N=NILAI_N WHERE KONDISI

    Misalkan kita ingin mengupdate tbsuplier sehingga kode C01 memiliki nama Citra Karya Abadi Tangguh, bukannya Alam Jaya. Maka kita bisa menggunakan perintah:

    UPDATE TBSUPLIER SET NAMASUPLIER="Citra Karya Abadi Tangguh" WHERE KODESUPLIER='C01'

    Jalankan perintah tersebut pada layar SQL Query kemudian klik tombol Run, berbeda dengan INSERT update memiliki layar konfirmasi sebagai berikut:

    Layar konfirmasi UPDATE


    Kita harus memahami klausa baru yang digunakan disini yakni WHERE dan KONDISI. Where adalah pembatasan terhadap perintah UPDATE yang akan kita lakukan, tanpa WHERE perintah update akan dilakukan pada seluruh record! hati-hati, tanpa WHERE untuk perintah diatas, seluruh record akan diganti dengan nama Citra Karya Abadi Tangguh.

    Double klik pada tbsuplier, jika perintah yang anda gunakan sudah benar harusnya tbsuplier sekarang terlihat sebagai berikut:

    Hasil perintah UPDATE


    Pasangan WHERE adalah KONDISI. KONDISI adalah sebuah pernyataan boolean (benar atau salah) yang menggunakan operator =,<>,>,<,<=,>=,NOT,AND, dan OR. Pernyataan ini bersifat membandingkan dan menghasilkan sebuah nilai boolean, dalam contoh diatas kita membandingkan field kodesuplier dengan nilai C01. Maka perintah UPDATE hanya dijalankan untuk record dengan kodesuplier=C01, karena hanya record ini yang cocok dengan kondisi pada perintah WHERE.

    WHERE akan sangat berguna pada perintah SELECT, dan akan kita bahas pada tahapan-tahapan berikut, Selamat belajar!